Kamis, 29 Mei 2014

Softskill


Softskill ialah keterampilan, kemampuan ataupun kepandaian seseorang yang sudah ada sejak kecil dalam mengerjakan sesuatu hal. Softskill terdiri dari: kepribadian seseorang, kepercayaan diri, tanggung jawab, kejujuran, kemampuan berinteraksi satu sama lain.


Pelajaran softskill diperkuliahan adalah pelajaran yang sangat penting bagi seorang mahasiswa. Pelajaran ini juga dapat melatih kepribadian mahasiswa. Hal itu berguna untuk kedepannya saat mahasiswa sudah berada didunia kerja. Karena saat ini dunia kerja lebih mementingkan pada kemampuan softskill seseorang bukan hanya mengutamakan kemampuan akademiknya (hard skillnya) tetapi juga memperhatikan bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain, kemampuan dalam berbicara dengan menggunakan bahasa yang santun.





 

Puisi


Kau...Ibu
Cipt. Devi Anggraeni
 
Ibu ...
Kau bagaikan matahari yang menyinari disetiap hariku,
Kau hiasi hariku dengan senyumanmu,
Kau panjatkan doa disetiap sujudmu,

 
                        Ibu ...
                        Kau begitu tulus menyayangiku,
                        Kau sembunyikan letihmu demi merawatku,
                        Kau adalah hal terindah yang aku miliki,

 
Ibu ...
Aku sangat menyayangimu hingga akhir hayatku.




 

Kamis, 01 Mei 2014

Perbandingan Pencapaian Negara Sosialis dan Kapitalis


Kelompok 1EB07:

  • Devi Anggraeni (22213250)
  • Fajar Apriyanto (23213138)
  • Heri Prasetyo (24213066)
  • Safira Hanifah (28213187)

A. Sistem Ekonomi Sosialis

Ajaran Karl Marx memberikan
arah dalam gerakan sosialis.
Sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas, dan lain sebagainya.
 
Sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat dan kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku sebagaimana yang diharapkan.

Sistem Sosialis (Socialist Economy) berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial.

Prinsip Dasar Ekonomi Sosialis:
  • Pemilikan harta oleh negara
  • Kesamaan ekonomi
  • Disiplin Politik
Faktor-faktor yang mendorong lahirnya sosialisme :
  1. Karena adanya revolusi industri
  2. Karena bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletar (buruh)
  3. Munculnya pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar dan lebih rasional terhadap kehidupan manusia dan masyarakat
  4. Adanya tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil Revolusi Perancis
Karl Max merupakan tokoh pengkritik kapitalisme di eropa dan penggugah perlawanan kaum buruh terhadap kapitalisme, juga penulis wacana yang menjadi dasar pembentukan sistem ekonomi sosialis.

Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis:

1. Lebih mengutamakan kebersamaan
  • Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedangkan individu-individu fiksi belaka.
  • Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
2. Peran pemerintah sangat kuat
  • Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
  • Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara
3. Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
  • Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis)
  • Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis)
Kelebihan sistem ekonomi sosialis:
  1. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
  2. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
  3. Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
  4. Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
  5. Jarang terjadi krisis ekonomi
Kelemahan sistem ekonomi sosialis:
  1. Mematikan inisiatif individu untuk maju
  2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
  3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis:

Korea Utara

Korea Utara menganut sistem ekonomi industrialisasi, autarki, dan sangat terpusat (ekonomi komando). Dari lima negara sosialis yang tersisa di dunia, Korea Utara adalah satu dari hanya dua (bersama-sama dengan Kuba) dengan ekonomi yang dimiliki negara dan direncanakan oleh pemerintah sepenuhnya.

Kebijakan isolasi Korea Utara berarti bahwa perdagangan internasional sangatlah dibatasi, hambatan potensial yang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi. Namun, karena lokasinya yang strategis di Asia Timur menghubungkan empat ekonomi utama dan memiliki tenaga kerja murah, muda, dan terlatih, diprojeksi bahwa ekonomi Korea Utara mampu bertumbuh pada kisaran 6–7% per tahun "dengan ukuran reformasi dan insentif yang benar".

Hingga 1998, PBB menerbitkan gambaran IPM dan Pendapatan per kapita untuk Korea Utara, yaitu IPM-nya berada pada tingkatan sedang 0,766 (peringkat ke-75) dan pendapatan per kapitanya $4.058. Gaji rata-rata adalah sekitar $47 per bulan.[66] Meskipun terdapat masalah ekonomi yang substansial, mutu kehidupan rakyat membaik dan upah pekerja naik dengan mantap. Pasar privat berskala kecil, disebut janmadang, hadir di seluruh penjuru negara ini dan melayani penduduk dengan makanan dan komoditas tertentu dari impor yang ditukar dengan uang, dengan demikian membantu mencegah kelaparan.

Ekonomi Korea Utara seutuhnya dinasionalisasi, artinya bahwa rasio makanan, perumahan, kesehatan, dan pendidikan diberikan dari negara secara gratis. Pembayaran pajak dihapuskan sejak 1 April 1974. Pada abad ke-21, pertumbuhan PDB Korea Utara cukup lambat tetapi pasti, kendati di beberapa tahun terakhir, pertumbuhan itu dipercepat hingga 3,7% pada 2008, angka tercepat di hampir dasawarsa terakhir, terutama disebabkan oleh naik drastisnya sektor pertanian sebesar 8,2%. Ini menjadi kejutan manakala sebagian besar ekonomi dunia mengalami pertumbuhan minus karena adanya krisis keuangan global 2008–2009.

Menurut taksiran pada 2002, sektor dominan di dalam ekonomi Korea Utara adalah industri (43,1%), diikuti oleh jasa (33,6%) dan pertanian (23,3%). Pada 2004, ditaksir bahwa pertanian membekerjakan 37% dari tenaga kerja, sementara industri dan jasa membekerjakan sisanya, 63%. Industri utama meliputi produk militer, pembuatan mesin, energi listrik, kimia, pertambangan, perlogaman, sandang, pengolahan makanan dan pariwisata.

Pada 2005, Korea Utara diperingkat oleh FAO menurut taksiran sebagai produsen buah segar nomor 10 terbesar di dunia dan peringkat ke-19 produsen apel. Korea Utara punya sumber daya alam yang substansial dan merupakan produsen besi terbesar ke-18 dan seng, memiliki cadangan batubara terbesar ke-22 di dunia. Korea Utara juga adalah produsen fluor[78] dan produsen tembaga terbesar ke-12 dan garam di Asia. Sumber daya alam utama lainnya misalnya timbal, tungsten, grafit, magnesium, emas, pirit, fluorspar, dan PLTA.

Cina dan Korea Selatan masih menjadi penyumbang terbesar bantuan makanan kepada Korea Utara. Amerika Serikat mengobjeksi penyumbangan makanan ini karena kurangnya pengawasan.Pada 2005, pasokan dari Cina dan Korea Selatan berjumlah 1 juta metrik ton bantuan makanan, masing-masing separonya. Selain bantuan makanan, Cina dilaporkan memberikan kira-kira 80 hingga 90 persen impor minyak Korea Utara pada "harga persahabatan" yang jauh lebih murah daripada harga pasar dunia.

Kuba

Fidel Castro, Presiden Kuba dgn masa
pemerintahan paling lama.
Kuba merupakan salah satu negara sosialis didunia yang masih tetap eksis. Cerutu dan sistem komunis-sosialis adalah gambaran umum tentang Kuba.  Tapi sebenarnya tidak hanya itu. Di bidang pertanian, Kuba adalah contoh nyata sebuah negara yang mampu menghidupi rakyatnya dari pertaniannya. Jauh hari sebelum Kuba maju di bidang pertanian sebenarnya Kuba pernah dilanda krisis pangan yang ekstrim. Tepatnya ketika kawan seperjuangannya yaitu Uni Soviet runtuh dan perdagangan dengan Blok Soviet ambruk. Sebelumnya, Kuba sangat bergantung pada Uni Soviet dalam hal minyak, pangan dan perdagangan. Jatuhnya Uni Soviet membuat Kuba mengalami krisis. Kuba kehilangan sumber utama minyak dan pangan, ditambah lagi embargo dari Amerika Serikat, Kuba harus memikirkan cara bertahan dan mengisi perut penduduknya. Untuk bertahan dari embargo AS maka kuba menerapkan perubahan di berbagai aspek kehidupan seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, sumber energi, dan pemberdayaan masyarakat. 

Pemerintah Kuba merespon krisis pangan yang mendera negara tersebut dengan menghilangkan sistem kepemilikan lahan oleh pemerintah dan mengubahnya menjadi lahan bersama yang dikelola oleh masyarakat. Meskipun para petani tidak memiliki lahan secara langsung tetapi mereka berhak dan bebas mengolah lahan dengan syarat para petani tersebut mampu memproduksi bahan-bahan pangan sesuai kuota yang sudah ditentukan. Rumah yang dimiliki penduduk Kuba mungkin sederhana, namun mereka menerapkan sistem rumah terbuka dimana setiap keluarga memiliki lahan sehingga mereka dapat menanam bahan-bahan makanan yang dibutuhkan. Komunitas menjadi salah satu aspek yang terpenting di Kuba. Sistem pertanian yang mereka gunakan juga berbasis komunitas dimana setiap komunitas saling melengkapi dan memproduksi jenis makanan yang berbeda.

Sebagai negara sosialis, Kuba melakukan perencanaan secara terpusat. Namun, manajemen distribusi dan produksi pangan diserahkan pada tingkat lokal. Hasilnya, distribusi dan produksi pangan menjadi lebih terlokalisasi. Produksi dan panen makanan pokok pun terus meningkat. Yang terpenting, ketersediaan pangan pulih hingga tingkat memadai. Saat ini Kuba memiliki kedaulatan sistem pangan paling kokoh dalam sejarahnya.

B. Sistem Ekonomi Kapitalis
Adam Smith, pelopor
sistem ekonomi Kapitalis/Pasaran Bebas

Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.

Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.

Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalis :
  1. Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
  2. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
  3. Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri
  4. Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme)
Negara penganut sistem Kapitalis

Negara yang pertama kali menerapkan sistem kapitalis adalah Negara Amerika Serikat. Kemudian pada abad ke-19 mulailah banyak negara yang ikut menerapkan sistem kapitalis seperti Inggris, Belanda, Jerman dan Belgia. Jepang pun pernah menjadi Negara Kapitalis yaitu pada tahun 1868. Pada tahun 1900, sudah ada 13 negara yang menerapkan sistem kapitalis. Walaupun sudah banyak yang menganut sistem kapitalis, setelah perang dunia ke dua, tetaplah Amerika Serikat yang menjadi Negara kapitalis nomor 1 di dunia.

Amerika Serikat

Salah satu budaya politik Amerika adalah sistem perekonomian kapital. Kapitalisme adalah metode alternative untuk mendistribusikan keuntungan dan kerugian ekonomi. Kapitalisme mengharuskan pemerintah untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi seminimal mungkin. Bebas berusaha dan kepercayaan diri adalah prinsip-prinsip dasar dari kapitalisme. Firma atau perusahaan diperbolehkan untuk beroperasi di pasar bebas dan terbuka, dan individu-individu diharapkan mampu berusaha dengan inisiatif mereka sendiri untuk membangun keamanan stabilitas ekonomi mereka. Perusahaan menentukan apa yang akan mereka produksi dan harga untuk barang dan jasa mereka sementara pembeli menentukan apa yang akan mereka beli dengan harga berapa.

Amerika serikat tidak secara murni menganut sistem kapitalisme, karena pemerintah mengambil peran dalam mengatur dan mendorong perekonomian. Istilah ekonomi campuran ini digunakan dalam menentukan bentuk anasir berbeda dari sistem ekonomi kombinasi antara elemen sosialis dan kapitalis. Amerika Serikat mengadopsi lebih banyak elemen kapitalis daripada elemen sosialis. Karena tradisi individualism yang kuat, orang Amerika cenderung membatasi tujuan dari tindakan pemerintah dalam bidang ekonomi.

Inggris

Dilihat dari sudut pandang sejarah, Inggris dikenal luas oleh publik dunia dengan statusnya yang merupakan Negara penjajah terbesar di dunia dengan menggunakan sistem pembangunan ekonomi pasar di Negara jajahannya dan berbagi keuntungan dengan Sang Penjajah. Ini sangat menggambarkan sifat kapitalisnya yang mengandalkan pasar, ini lebih dikenal dengan istilah Nekolim, Neokolonialisme-Kolonialisme-Imperialisme.

Karena revolusi industri, Inggris menjadi negara kapitalis dan berkembang menjadi negara imperialis. Dalam bentuk imperialis modern, yaitu penguasaan politik atau pemerintahan negara yang dikuasai, melakukan eksploitasi di bidang ekonomi dan penetrasi di bidang kebudayaan. Bangsa-bangsa yang di bawah jajahan Inggris pada umumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi setelah bangsa yang bersangkutan merdeka. Dengan demikian penetrasi kebudayaan Inggris atas daerah jajahan berhasil.

Daerah-daerah yang dikuasai Inggris antara lain: India, Kanada, Ameriak Utara. Pada masa Ratu Victoria, imperialis Inggris mencapai puncaknya.

Kesimpulan:
Sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi pasar ini mempunyai ciri-ciri, kelebihan dan kekurangan.
Tahap dalam sistem ekonomi kapitalis yang pertama adalah kapitalisme awal yang berlangsung sekitar abad ke-XVII sampai menjelang abad ke-XX dimana individu/swasta mempunyai kebebasan penguasaan sumber daya maupun pengusaan ekonomi dengan tanpa adanya campur tangan pemerintah berbeda pada tahap kapitalisme modern yang diterimanya peran pemerintah dalam pengelolaan perekonomian.

Negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis di antaranya yaitu, Amerika Serikat dan Inggris. Amerika Serikat tidak secara murni menganut sistem kapitalisme, karena pemerintah mengambil peran dalam mengatur dan mendorong perekonomian. Inggris menjadi negara kapitalis yang berkembang menjadi negara imperialis.

Perbedaan Kapitalis dan Sosialis


Dari table diatas, dapat diketahui bahwa:

Konsep dari ekonomi kapitalis di mana sumber kekayaan itu sangat langka dan harus di peroleh dengan cara bekerja keras di mana setiap pribadi boleh memiliki kekayaan yang tiada batas, untuk mencapai tujuan hidup nya. Dalam sistim ekonomi kapitalis perusahaan di miliki oleh perorangan. Terjadi nya pasar (market) dan terjadinya demand and supply adalah ciri khas dari ekonomi kapitalis. Keputusan yang diambil atas isu yang terjadi seputar masalah ekonomi sumbernya adalah dari kalangan kelas bawah yang membawa masalah tersebut ke level yang lebih atas.

Lain halnya dengan konsep ekonomi sosialis, di mana sumber kekayaan itu sangat langka dan harus di peroleh lewat pemberdayaan tenaga kerja (buruh), di semua bidang, pertambangan, pertanian, dan lainnya. Dalam sistem Sosialis, semua Bidang usaha dimiliki  dan diproduksi oleh Negara. Tidak terciptanya market (pasar) dan tidak terjadinya supply dan demand, karena Negara yang menyediakan semua kebutuhan rakyatnya secara merata. Perumusan  masalah dan keputusan di tangani langsung oleh negara.

Sumber:
 

Sabtu, 26 April 2014

TUGAS 3 SOFTSKILL SEMESTER2


TOKOH-TOKOH EKONOMI DI DUNIA


Hernando De Soto  

 
Tahun 2000 Hernando De Soto mengarang buku berjudul “The Mysteri of Capital” yang memberi masukan bagi disiplin ilmu ekonomi dan kegiatan ekonomi Negara-negara berkembang. Soto adalah pendiri dan pemimpin Institute of Liberty and Democracy (ILD), sebuah lembaga lembaga penelitian independent yang berada di Peru. Majalah Economist menyatakan bahwa lembaga ini adalah pusat penelitian terpenting kedua di dunia. Majalah Time memilih Hernando sebagai salah seorang inovator terunggul dari Amerika Latin. Bukti menjelaskan mengapa Negara-negara berkembang tidak pernah keluar dari berbagai masalah kemiskinan.
Dalam buku ini disebutkan bahwa sebenarnya kekayaan yang dimiliki Negara-negara berkembang sangat banyak. Absennya system hukum dan pemerintahan yang bersih membuat kekayaan itu tidak terlacak dan tercatat ke dalam penerimaan Negara. Korupsi dan kolusi serta berbagai praktek penyelewengan hukum membuat banyaknya kekayaan yang dimiliki Negara-negara berkembang tidak ada artinya. Tanpa system hokum yang jelas Negara-negara berkembang akan tetap tertinggal dari Negara-negara maju yang kelebihannya justru terletak pada system hukum yang sudah mapan.
Sistem hukum yang jelas akan membuat segala macam harta Negara baik itu dimiliki pemerintah atau swasta akan tercatat oleh pihak yang berwenang. Dengan demikian pengelolaannya dapat dipantau dan didorong untuk terus tumbuh dengan baik. Proses pencatatan dan pengelolaan itu tentu membutuhkan sumber daya manusia yang jujur dan bertanggung jawab. Mereka terkumpul dalam sebuah lembaga hukum yang juga jujur dan bertanggung jawab. 

Kamis, 24 April 2014

TUGAS SOFTSKILL : Industri yang berpengaruh untuk perekonomian diIndonesia


PT TIMAH (Persero) Tbk
 
 
PT. Timah sebagai Perusahaan Perseroan didirikan tanggal 02 Agustus 1976, dan merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pertambangan timah dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1995. PT. Timah merupakan produsen dan eksportir logam timah, dan memiliki segmen usaha penambangan timah terintegrasi mulai dari kegiatan eksploritasi, penambangan, pengolahan hingga pemasaran.

Kegiatan utama perusahaan adalah sebagai perusahaan induk yang melakukan kegiatan operasi penambangan timah da melakukan jasa pemasaran kepada kelompok usaha mereka. Perusahaan berdomisili di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung dan memiliki wilayah operasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Riau, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara serta Cilegon dan Banten.
 

SEJARAH
Masa Kolonial
Pada massa ini Belanda membentuk tiga perusahaan :
o   Bangka Tin Winning Bedrijft (BTW)
o   Gemeenschaappelijke Minjbouw Maatschaappij Biliton (GMB)
o   Singkep TIN Exploitatie Maatchappij (SISTEM)

1953 – 1958
Ketiga perusahaan Belanda tersebut dilebur menjadi tiga perusahaan Negara terpisah yaitu :
o   BTW menjadi PN Tambang Timah Bangka
o   GMW menjadi PN Tambang Timah Belitung
o   SISTEM menjadi PN Tambang Timah Singkep

1961
Dibentuk Badan Pimpinan Umum Perusahaan Negara Tambang-tambang (BPU PN Tambang Timah) untuk mengkoordinasikan ketiga perusaah tersebut.

1968
Ketiga perusahaan Negara dan BPU tersebut dilebur menjadi Perusahaan Negara (PN) Tambang Timah.

1976
PN Tambang Timah diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dengan nama PT Tambang Timah (Pesero) yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia.

1991 - 1995
PT Tambang Timah (Persero) merestrukturisasi perusahaan yang antara lain adalah relokasi kantor pusat dari Jakarta ke Pangkalpinang. pengelepasan asset yang tidak berkaitan dengan usaha pokok perusahaan & melakukan ekspor perdana logam timah dengan kadar timbal yang rendah dengan merk Bangka Low Lead ke Jepang.

1995
PT Tambang Timah (Persero) melakukan penawaran saham untuk perdana dan sejak saat itu 35% saham perusahaan dimiliki oleh publik dan 65% sahamnya masih dimiliki oleh Negara Republik Indonesia.

1998
PT Tambang Timah (Persero) Tbk merubah anggara dasar perseroan dan berubah menjadi PT Timah (Persero) Tbk dan juga melakukan diversifikasi usaha dengan membentuk sejumlah anak perusahaan yaitu sebagai berikut :

o   PT Tambang Timah,
o   PT Timah Industri,
o   PT Timah Investasi Mineral,
o   PT Timah Ekspomin,
o   PT Dok & Perkapalan Air Kantung (DAK), dan
o   Indomentel London Ltd.

2003
Kerjasama Operasi (KSO) antara PT Timah & PT Sarana Karya (SAKA) dalam pengolahan aspal di Pulau Buton.

2006
o  Anak perusahaan PT Timah Tbk, PT Timah Industri telah mengidentivikasikan 275.000 sahamnya di Plimsoll Corporation, Pte, Ltd, Singapore kepada Sky Alliance Global Holding, Ltd.

o  Penghentian pencatatan (listing cancellation) atas  Global Depositary Receipts (GDR) di London Stock Exchange (LSE) dan sejak itu saham perseroan hanya tercatat di Bursa Efek di Indonesia.

2008
PT Timah (Persero) Tbk meresmikan tanur 9 & perluasan pabrik Electrolytic Refining (ER) yang merupakan proses metamorphosis dari perkembangan industri dan perkembangan timah dunia yang cukup drastis dari tahun 2003-2004.

2009
17 Januari 2009, Perletakan batu pertama pembaangunan pabrik Tin Chemical sebagai salah satu usaha Perseroan dalam pengembangan produk hilir.

2012
1 Februari 2012, terbentuknya INATIN dimana PT Timah dan ank perusahaan menjadi anggota.
 

Kepemilikan Saham
Pemerintah Republik Indonesia memiliki satu lembar Saham Seri A yang memiliki hak suara istimewa. Saham Seri A memiliki hak dan batasan yang sama dengan Saham Seri B (Saham Biasa), kecuali bahwa Saham Seri A tidak dapat dipindahtangankan, memiliki hak-hak istimewa dalam hal perubahan modal, pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dan Komisaris, Anggaran Dasar, penggabungan, peleburan dan pengambilalihan serta pembubaran dan likuidasi Perusahaan. Pemerintah Republik Indonesia memiliki 65% Saham Biasa dan satu Saham Seri A.

 
Komposisi Kepemilikan Saham




Harga Saham Timah
Penawaran saham perdana PT Timah dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 1995 yaitu pada saat pencatatan  saham di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta) dengan kode saham "TINS".

Untuk meningkatkan likuiditas saham di pasar Bursa maka Perusahaan melakukan pemecahan nilai saham (stock split) pada tanggal 8 Agustus 2008, sehingga harga nominal saham PT Timah berubah menjadi Rp 50 per saham dari sebelumnya Rp 500 per lembar saham, dan jumlah saham seri B yang diperdagangkan menjadi 5.033.019.999 lembar setelah pemecahan.
 
Harga Saham Timah


 
Harga dan Persediaan Logam Timah LME 
Salah satu harga logam timah yang menjadi acuan dalam perdagangan timah dunia dibentuk di Pasar Bursa Logam di London yaitu LME (London Metal Exchange).  Pergerakan harga saham di pengaruhi oleh persediaan saham yang ada sehingga defisit neraca logam akan berimbas pada kenaikan harga logam  begitu juga sebaliknya, selain itu harga saham juga dipengaruhi oleh spekulasi pelaku bursa (trader) serta situasi ekonomi dunia.

PENGOPRASIANNYA :
Eksplorasi



 
PT Timah secara aktif terus melaksanakan kegiatan eksplorasi darat dan lepas pantai.  Proses eksplorasi meliputi beberapa kegiatan yaitu : Identifikasi Daerah Potensial, Penyelidikan Umum, Pemboran Prospeksi, Pemboran Produksi, Perhitungan Sumber Daya, Hasil dari kegiatan tersebut adalah Sumber Daya Terukur.

Kegiatan pemboran eksplorasi didarat menggunakan alat Bor manual (Bangka Drill) yang memiliki kemampuan pemboran sampai dengan kedalaman 30 meter serta alat bor mekanik yang dapat mengebor sampai kedalaman 60 meter.

Pemboran eksplorasi lepas pantai menggunakan Kapal Bor atau Ponton Bor  (drilling pontoons).  Alat-alat tersebut mampu membor dari permukaan laut sampai dengan batuan dasar dan bahan conto atau sample diambil setiap 2 (dua) meter atau setiap jenis lapisan tanah yang berbeda.


Penambangan Darat dan Laut

 
   PT Timah melakukan operasi penambangan  timah di darat maupun di laut.  Kegiatan penambangan darat dilakukan perusahaan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan yang berlokasi di sebagian besar Pulau Bangka dan Belitung serta Kepulauan Riau.  Proses penambangan timah darat (alluvial) menggunakan metode pompa semprot (gravel pump) dimana pengoperasiannya sesuai dengan pedoman atau prosedur penambangan yang baik (Good Mining Practices).

Untuk penambangan lepas pantai, Perusahaan mengoperasikan kapal keruk dengan jenis Bucket Line Dredges dengan ukuran mangkuk mulai dari 7 cuft sampai dengan 24 cuft dan dapat beroperasi mulai dari 15 sampai 50 meter dibawah permukaan  laut dengan kemampuan gali mencapai lebih dari 3,5 juta meter kubik material setiap bulannya. Untuk meningkatkan kapasitas produksi di laut, PT Timah membangun Kapal Isap Produksi (KIP) dengan kemampuan gali mencapai 25 meter di bawah permukaan laut sehingga dapat menjangkau cadangan sisa dari kapal keruk, dan pengembangan Bucket Wheel Dredges yang nantinya akan menggantikan kapal keruk jenis Bucket Line yang mempunyai kemampuan gali sekitar 70 meter kubik dibawah permukaan laut.


 
Pengolahan dan Peleburan
Pengolahan dan peleburan bijih timah yang dihasilkan  tambang laut dan tambang darat dengan kadar Sn yang berkisar antara 20-30% diproses di Pusat Pencucian Bijih Timah untuk dipisahkan dari mineral ikutan  lainnya dan ditingkatkan kadarnya hingga mencapai 72- 74% sebagai syarat utama peleburan.

Proses peningkatan kadar bijih timah yang berasal dari penambangan di laut maupun di darat diperlukan untuk mendapatkan produk akhir berupa logam timah berkualitas dengan kadar Sn yang tinggi dengan kandungan pengotor (impurities) yang rendah.

       Setelah bijih timah ditingkatkan kadar Sn nya, bijih timah siap dilebur menjadi logam timah. Untuk mendapatkan logam timah dengan kualitas tinggi dan kadar timbal (Pb) yang rendah maka harus dilakukan pemurnian dengan menggunakan crystallizer dan electrolytic refining. Dalam proses peleburan, perusahaan mengoperasikan 12 tanur, dimana 1 tanur berada di daerah Kundur, Kepri dan 11 tanur berada di daerah Mentok, Bangka. Produk akhir yang dihasilkan berupa logam timah dalam bentuk balok atau batangan dengan skala berat berkisar antara 16 kg sampai dengan 30 kg per batang. Selain itu logam timah juga dapat dibentuk sesuai dengan permintaan pelanggan (customize form) dan mempunyai merek dagang yang terdaftar di Bursa Logam London (LME).









REFERENSI :

 

Minggu, 30 Maret 2014

TUGAS 2 SOFTSKILL SEMESTER2


PENDAPAT MENGENAI
PERKEMBANGAN EKONOMI DI INDONESIA

Jadi menurut pendapat saya :
Sistem Perekonomian di Indonesia sudah ada dimulai sejak bangsa Indonesia masih dijajah  oleh Belanda. Dimana pada masa itu sistem imperalisme atau disebut juga sistem perekonomian Indonesia masih digerakkan oleh bangsa Jepang.
Setelah Indonesia merdeka, Bangsa sudah beberapa kali mengubah sistem perekonomian yang dipakai. Dari sistem Liberal kemudian Komunisme sampai memasuki orde baru. Pada orde baru ini mulai terdapat perubahan yang cukup maju yang dialami oleh Bangsa Indonesia dari segi kemakmuran rakyat.
 Namun tahun 1999 terjadi reformasi baik dari sistem politik maupun  ekonomi. Tapi  pada akhirnya Bangsa Indonesia sampai sekarang masih menggunakan perekonomian pancasila yang bertujuan untuk tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

TUGAS 1 SOFTSKILL SEMESTER2



SEJARAH PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN INDONESIA


SEJARAH PERKEMBANGAN
1950-1959           : SISTEM EKONOMI LIBERAL (MASA DEMOKRASI)
1959-1966           : SISTEM EKONOMI ETATISME
                           (MASA DEMOKRASI TERPIMPIN)
1966-1988           : SISTEM EKONOMI PANCASILA
                           (DEMOKRASI EKONOMI)
1998-SEKARANG  : SISTEM EKONOMI PANCASILA (DEMOKRASI
                           EKONOMI) YANG DALAM PRAKTEKNYA CENDERUNG LIBERAL.

Dalam suatu negara, proses dinamika pembangunan ekonomi dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu internal (domestik) dan eksternal (global). Yang termasuk ke dalam faktor internal meliputi  kondisi fisik (iklim), lokasi geografi, jumlah dan kualitas SDA, SDM yang dimiliki, dan kondisi awal perekonomian. Sedangkan faktor eksternal meliputi perkembangan teknologi, kondisi perekonomian dan politik dunia, serta keamanan global.
Sejak berdirinya negara RI, sudah banyak tokoh-tokoh negara pada saat itu yang telah merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik secara individu maupun diskusi kelompok. Seperti Bung Hatta sendiri, semasa hidupnya mencetuskan ide, bahwa dasar perekonomian Indonesia yang sesuai cita-cita tolong menolong adalah koperasi namun bukan berarti semua kegiatan ekonomi harus dilakukan secara koperasi, pemaksaan terhadap bentuk ini justru telah melanggar dasar ekonomi koperasi.
Dalam perekonomian Indonesia tidak mengijinkan adanya :
1.Free fight liberalism, yaitu adanya suatu kebebasan usaha
    yang tidak terkendali.
2.Etatisme, yaitu keikutsetaan pemerintah yang terlalu dominan.
3.Monopoli,suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada
   satu kelompok tertentu.

PENGERTIAN SISTEM EKONOMI INDONESIA
Disetiap Negara atau bangsa biasanya memiliki kebebasan untuk menyelenggarakan perekonomiannya dengan cara yang berbeda beda. Cara suatu negara atau bangsa dalam mengatur atau menjalankan kehidupan perekonomiannya untuk mencapai kemakmuran disebut dengan sistem ekonomi. Dan biasanya sistem perekonomian Negara dipengaruhi oleh faktor sifat dan jati diri bangsa, falsafah hidup bangsa, bahkan struktur ekonominya. Oleh karena itu, perekonomian disetiap Negara selalu berbeda beda dengan tujuan yang dicapai seperti:
a.       Kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
b.       Menstabilkan ekonomi.
c.       Pertumbuhan ekonomi.
d.       Pendistribusi pendapatan merata keseluruhannya.

Jadi, yang membedakan satu Negara dengan Negara yang lain dari falsafah hidup dan jati diri bangsa yang biasanya menjadi ciri khusus bangsa.

MACAM – MACAM SISTEM EKONOMI
Secara umum sistem ekonomi dapat dibagi menjadi 4 macam sistem, yaitu Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis), Sistem Ekonomi Tradisional, Sistem Ekonomi Etatisme (Terpusat), dan Sistem Ekonomi Campuran.

A. Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
Sistem ekonomi liberal yang disebut juga dengan sistem ekonomi pasar, adalah sistem perekonomiannya diatur oleh kekuatan pasar (yang dikendalikan oleh interaksi antara penjual dan pembeli) yang memberi kebebasan individu dalam segala bidang perekonomian dan tanpa campur tangan dari pemerintah dan mereka juga bebas untuk bersaing untuk mencapai tujuan. Pemerintah disini hanya bertugas untuk melindungi, mengawasi, menjaga dan memberi fasilitas yang baik untuk setiap individu yang menjalankan haknya. Jadi, fungsi pemerintah hanya sebagai pelengkap saja.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Liberal, yaitu:
a. Peranan pemerintahhannya itu dibatasi.
b.  Peranan modal disini sangat penting.
c.  Menerapkan sistem persaingan yang bebas.
d.  Motifnya mencari laba pada kepentingan sendiri.
e.  Setiap individu itu bebas memiliki barang dan alat-alat produksi.

B. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional, yaitu sistem perekonomian yang masih sangat terikat dengan menggunakan tradisi turun menurun yang berlaku dalam suatu masyarakat yang telah menjadi budaya setempat. Biasanya sistem perekonomian ini banyak dilakukan di daerah-daerah terpencil yang jauh dari perkotaan dan biasanya juga hasil produksi yang mereka dapatkan masih bersifat homogen serta belum mengenal tukar menukar secara kredit.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional, yaitu:
a.  Alat produksi yang digunakan masih sangat sederhana.
b.  Masih sangat bergantung pada alam.
c.  Belum mengenal tukar menukar secara kredit.
d.  Masyarakatnya juga masih terikat dengan tradisi budaya.

C. Sistem Ekonomi Etatisme (Terpusat)
Sistem ekonomi etatisme yang disebut juga dengan sistem ekonomi sosialis adalah sistem perekonomian yang dimana seluruh sumber daya dan pengolahan kegiatan ekonominya dikuasai dan dikendalikan oleh Negara/pemerintah dan kemungkinan hampir pihak individu maupun swasta tidak memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan ekonomi. Karena itu kegiatan ekonominya seluruhnya dipegang oleh Negara. Dan dengan tujuan bukan untuk mengejar laba sebesar-besarnya melainkan untuk memenuhi kebutuhan bersama.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Etatisme, yaitu:
a.  Hak milik individunya tidak diakui.
b.  Kegiatan perekonomiannya diatur dan dikuasai oleh Negara.
c.  Semua alat dan sumber produksinya dikuasai oleh Negara.

D.  Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah sistem perekonomian yang mengkombinasikan sistem-sistem ekonomi yang ada khususnya mengambil dari segi positif dari sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi terpusat. Dalam sistem ekonomi campuran pemerintah itu bekerja sama dengan pihak swasta agar dapat menjalankan kegiatan perekonomiannya dengan lancar. Namun tetap pemerintah juga tidak lepas tangan begitu saja dalam sistem ini. Selain itu, pemerintah juga dapat menfokuskan perhatiaanya untuk mengajukan sector-sektor usaha menengah dan kecil.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran, yaitu:
a.  Pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta.
b.  Hak milik individu secara nyata diakui.
c.  Pemerintah juga ikut aktif dalam kegiatan ekonomi.

Oleh karena itu tidak sedikit Negara dalam pengaturah perekonomiannya menganut sistem ekonomi campuran.

Jadi perbedaan macam-macam sistem perekonomian di Indonesia, yaitu:
a. Sistem Ekonomi Liberal:  lebih rentan terhadap krisis ekonomi tetapi produksi yang dibuat berdasarkan atas kebutuhan masyarakat.
b. Sistem Ekonomi Tradisional: lebih sering menggunakan hal/alat-alat yang masih sangat sederhana dan belum menguasai teknologi maka hasil kualitasnya masih rendah tetapi hubungan kekeluargaannya sangat kuat.
c. Sistem Ekonomi Etatisme: kemajuan ekonominya lebih lambat dibandingkan dengan sistem ekonomi yang lain.
d. Sistem Ekonomi Campuran:  lebih mengutamakan pihak swasta dibandingkan dengan pihak dalam.

PERKEMBANGAN KONDISI EKONOMI
-   Perkembangan Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru
Semenjak berdirinya Indonesia, sudah banyak tokoh-tokohnegara pada saat itu telah merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik secara individu maupun dalam diskusi kelompok.
Meskipun pada perkembangan awal perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi pancasila. Ekonomi demokrasi dan mungkin ‘campuran’ namun bukan berarti sistem perokonomian libelaris dan etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia. Awal tahun 1950-an sampai dengan tahun 1957-an merupakan bukti sejarah adanya corak libelaris dalam perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan sistem etatisme, pernah juga mewarnai corak perekonomian di tahun 1960-an sampai masa orde baru.

-   Perkembangan Sistem Ekonomi Setelah Orde Baru
Iklim kebangsaan setelah orde baru menunjukkan suatu kondisi yang sangat mendukung untuk memulai dilaksanakannya sistem ekonomi yang sesunguhnya sesungguhnya diinginkan rakyat Indonesia . Setelah melalui masa–masa penuh tantangan pada periode 1945 – 1965, semua tokoh negara yang duduk dalam pemerintahan sebagai wakil rakyat sepakat untuk kembali menempatkan sistem ekonomi kita pada nilai–nilai yang telah tersirat dalam UUD 1945.
Dengan demikian sistem demokrasi ekonomi dan sistem ekonomi Pancasila kembali satu–satunya acuan bagi pelaksanaan semua kegiatan ekonomi selanjutnya. Awal orde baru di warnai dengan masa–masa rehabilitas, perbaikan, hampir diseluruh sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor ekonomi.



REFERENSI :